Tugu Perahu Kerta Barat

Salah Saatu Ikon Desa Kerta Barat

Home Industri Krupuk Kepeng

Kerupuk Singkong Khas Desa Kerta Barat

Balai Desa Kerta Barat

Pusat Layanan Masyarakat Kerta Barat

Ketela Pohon

Salah Satu Potensi Kerta Barat

Kontes Sapi Sonok

Kegiatan Kebudayaan di Madura Menghias Sapi Betina

Selasa, 31 Juli 2018

Kontes Sapi Sonok Sebagai Salah Satu Kearifan Lokal Dari Madura

Kontes Sapi Sonok


Kerta Barat (29/7), Budaya merupakan sebuah hasil dari karya, karsa dan cipta yang dibuat oleh masyarakat setempat. Seperti halnya di Madura ini, kebudayaan yang mudah diingat jika mendengar kata Madura adalah karapan sapinya. Tradisi karapan sapi di Madura sejak dulu sudah diadakan dan sampai saat ini masih terus dilestarikan keutuhannya karena merupakan peninggalan dari nenek moyang yang bersifat turun temurun. Selain itu, Pulau Madura juga dikenal dengan pulau penghasil sapi unggulan. Madura mempunyai satu jenis sapi yang memang secara endemik asli Pulau Madura.
            Berkaitan dengan digunakannya sapi sebagai kebudayaan Madura ada budaya lain yang belum dikenal banyak orang yaitu Kontes Sapi Sonok. Istilah sapi sonok ini pada awalnya merupakan singkatan dari kata “sonok” yang kepanjangannya “sokona nongkok” (dalam bahasa Madura) yang berarti kakinya berpijak. Kegiatan kebudayaan Kontes Sapi Sonok merupakan kontes kecantikan sapi betina di Madura, berbeda halnya dengan Karapan Sapi yang merupakan lomba adu kecepatan untuk sapi jantan. Kontes Sapi Sonok ini penilaiannya adalah keserasian penampilan sapi saat berjalan dilintasan peragaan seperti halnya model yang berjalan di catwalk. Ketika sapi berjalan mereka harus berjalan dengan langkah kaki yang seirama, tidak boleh mendahului, dan tidak boleh keluar dari garis tepi arena lintasan sepanjang 50-80 meter. Pada ujung lintasan terdapat sepasang gapura dimana sepasang sapi akan masuk dan memijakkan kakinya pada balok kayu tepat dibawahnya gapura. Puncak keserasian dan peragaan tersebut adalah ketika sepasang sapi memijak atau menaikkan kakinya pada balok kayu diujung lintasan sebgaia pertanda garis akhir.

Kontes Sapi Sonok
             Pada hari Minggu kemarin, warga Desa Kerta Barat ikut serta juga dalam kegiatan Kontes Sapi Sonok yang diadakan di Desa Semaan. Sebagian warga Desa Kerta Barat menampilkan sapi yang dimilikinya saat Kontes Sapi Sonok tersebut. Sapi-sapi yang akan diperlombakan pada hari sebelumnya telah mendapatkan perawatan yang istimewa baik dari segi makanan, kebersihan, dan kesehatannya. Misalnya dari segi makanan, selain diberi rumput dan dedaunan, mereka juga diberi susu, telur, dan madu. Bahkan saat menjelang perlombaan tersebut cenderung lebih banyak diberi makan pisang dan pepaya demi menjaga kesehatan dan kebugaran dari sapi. Dengan diadakannya Kontes Sapi Sonok secara rutin maka akan melestarikan budaya dan kearifan lokal dari Pulau Madura. (Aaguss)

Pemakaman Desa Kerta Barat


 Makam warga

Kabupaten sumenep merupakan salah satu kabupaten yang berada di pulau Madura. Sumenep terkenal dengan masyarakatnya yang sangat kental dengan agama islamnya, terlebih lagi masyarakatnya sangat menjunjung tinggi tata krama atau kesopanan dengan orang lain. Begitupula dengan warga dari luar daerahnya, masyarakat sumenep akan menganggukkan kepalanya dan menyapa dengan sopan. Dengan kondisi daerahnya yang tergolong masih banyak pedesaan, masyarakat sumenep masih menjunjung tinggi budaya yang ada didesanya. Meskipun sudah ada budaya baru dari luar yang masuk dan menggantikan budaya yang lama. Seperti halnya mengenai proses penguburan orang yang sudah meninggal. Dimana ada perbedaan dengan penguburan yang ada di daerah perkotaan.
Desa Kerta Barat yang berada di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep memiliki cerita yang menarik tentang bagaimana proses penempatan makam atau kuburan untuk warganya. “ orang sekitar sini itu kalau keluarganya meninggal, seperti anak tersayang, orang tua tersayang, makamnya di tempatnkan tidak jauh dengan rumahnya, ya dimakamkan di samping rumah alasannya itu karena agar setiap harinya bisa melihat makamnya, tidak perlu jauh-jauh kalau mau membersihkan kuburannya ” kata Bapak Khatab. Kecintaan terhadap keluarga memang tidak bisa dibandingkan dengan kecintaan terhadap apapun, seperti itu yang dirasakan oleh warga Kerta Barat. Jadi ketika melewati sepanjang jalan di Kecamatan Dasuk lebih tepatnya di Desa Kerta Barat akan sedikit banyak dijumpai makm yang berada didepan maupun samping rumah dengan jarak yang dekat, atau bahkan dilahan kosong yang luas dengan hanya terdapat beberapa makam.
Dilain cerita itu, ada maksud lain masyarakat Kerta Barat memakamkan keluarganya di tanah miliknya sendiri. “ dulu pernah ada kejadian di Desa sebelah, ketika ada seseorang yang meninggal makamnya ditempatkan di tanah kerabatnya, setelah itu ada masalah diantara keduanya sehingga kerabata yang mempunyai tanah menyuruh untuk memindahkan makamnya ketempat lain, dari itulah masyarakat sini terbawa dengan cerita tersebut, terlebih lagi masyarakat sini memiliki tanah yang luas ”, menurut Bapak Khatab. Banyaknya makam yang berada di depan rumah atau disamping rumah warga Kerta Barat, bukan hanya karena mempermudah dalam mengurus makamnya tapi juga takut dengan kejadian yang pernah terjadi di Desa sebelah. Untuk itu masyarakat di Kerta Barat lebih memilih memakamkan keluarganya di tanahnya sendiri.
“ saya sudah pernah mengusulkan ke organisasi kifayah, organisasi yang mengurus pemakaman untuk mengadakan tempat pemakaman umum agar tanah warga bisa dipakai untuk kebutuhan lain tapi masih belum direalisasikan, mungkin karena belum ada dana untuk membeli tanahnya ” kata Bapak Khatab. Di Desa Kerta Barat ada organisasi yang mengurusi tentang pemakaman seperti membelikan kain kafan, menyediakan tempat mandi jenazah maupun keranda. Namun masih kurang dalam hal dana, karena masih mengandalkan iuran dari masyarakat atau anggotanya. “ kalau semisal kepala desa memberi usulan untuk membuat taman pemakaman umum mungkin warga akan menyutujuinya ” kata Bapak Khatab.


Kerja Bakti Bersama Perangkat Dan Masyarakat Desa Kerta Barat


       
Kerja Bakti


        Kerta Barat (27/7) merupakan desa yang indah dan permai dengan sepanjang jalannya dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun dan hijau, apabila setiap satu minggu sekali mengadakan kegiatan rutinan berupa kerja bakti membersihkan Balai Desa Kerta Barat. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada hari Jum’at pada pukul 07.00 WIB dengan melibatkan seluruh perangkat desa, para ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), dan masyarakat sekitar. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mempererat rasa solidaritas antara masyarakat dan perangkat desa, selain itu juga mampu menciptakan kepribadian masing-masing masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
          Untuk menjaga kegiatan ini supaya tetap berlangsung setiap minggunya, Bapak Klebun (Kepala Desa)  Nurholis selalu mengingatkan dan memberikan arahan kepada masyarakat ketika  ada acara kumpulan ibu PKK setiap Selasa sore yang bertempat di rumah Bapak Kepala Desa. Setelah kerja bakti selesai dilaksanakan biasanya diadakan makan bersama dengan hidangan yang telah dipersiapkan, selain melepas rasa dahaga diharapkan juga agar rasa kekeluargaan antar perangkat desa dan masyarakat tetap terjaga. (aaguss)

Survei Mawas Diri (SMD) Oleh Puskesmas Di Desa Kerta Barat




Survei Mawas Diri


            Kerta Barat (25/7) Survei Mawas Diri merupakan kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan atau perawat desa (Depkes RI,2007). Kegiatan SMD ini dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Dasuk dilakukan setiap dua tahun sekali, dan tahun ini bertepatan kegiatan tersebut dengan sasaran  di Desa Kerta Barat bertempat di Balai Desa Kerta Barat.
            Kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan supaya masyarakat setempat sadar dan paham akan adanya masalah kesehatan, pengumpulan data sehat dan sakit, mampu mengkaji masalah yang terjadi, serta mampu mengggali sumber daya yang dimilikinya supaya lebih bermanfaat. Adapun hasil dari SMD ini digunakan sebagai acuan dasar dalam menyusun pemecahan masalah yang terjadi.
            Dalam pelaksanaannya, SMD ini berupa interview melalui kuisioner kepada responden dan melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Setelah semua data tersebut terkumpul, maka akan dilakukan pengolahan data oleh pihak PUSKESMAS yang menghasilkan kesepakatan tentang masalah-masalah yang dirasakan masyarakat, menentukan prioritas masalah, dan kesediaan masyarakat untuk ikut serta dalam menentukan pemecahan masalah. Sehingga, peluang untuk menciptakan lingkungan desa tentram dan damai akan semakin maksimal. (aaguss)


Senin, 30 Juli 2018

Tembakau Menjadi Tanaman Favorit Ketika Musim Kemarau di Sumenep


        
Petani Tembakau

        Kerta Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep (28/7), Tembakau yang memiliki nama ilmiah Nicotiana tabacum masih menjadi komoditi utama yang diandalkan oleh masyarakat setempat sampai saat ini ketika musim kemarau datang. Tembakau ini merupakan produk pertanian musiman dan tidak termasuk dalam komoditas pangan melainkan komoditas perkebunan. Produk ini biasanya digunakan sebagai “bahan utama hiburan”  yakni sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Selain itu, kandungan metabolit sekunder yang kaya menjadikannya lebih bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat.

Menurut bapak Hasan (65), petani tembakau asal Desa Kertabarat, Kecamatan Dasuk berpendapat bahwa belum ada komoditas lain yang cocok untuk musim kemarau dan keuntungannya menyamai tembakau. Walaupun ada sebagian masyarakat lebih memilih jagung dan kacang tanah sebagai tanaman musim kemarau, namun tanaman tembakau dianggap lebih mudah dalam perawatan serta keuntungannya lebih berlipat ganda karena dapat dipanen lebih dari dua kali ketika musim panen. (D.W/Aaguss)

Rutinan Sholawat Bersama Masyarakat Demi Terwujudnya Desa Yang Rukun dan Berkah



Kerta Barat (29/7), Setiap satu Minggu sekali masyarakat Desa Kerta Barat  Kecamatan Dasuk Sumenep Madura melaksanakan kegiatan rutin dimasing-masing musholla yang tersebar disetiap dusun, diantaranya Dusun Battangan, Tajjan, Gung-gung, dan Daleman. Kegiatan ini biasanya diikuti oleh para masyarakat laki-laki dan perempuan bahkan anak-anak.
            Acara sholawatan ini terdapat jadwal tersendiri antara warga laki-laki dan perempuan. Untuk sholawatan warga laki-laki biasanya diadakan pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, sedangkan bagi warga perempuan diadakan pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam kegiatan ini dibuka langsung dengan pembacaan tahlil oleh salah satu tokoh agama didesa tersebut kemudian dilanjutkan pembacaan sholawat bersama oleh para warga yang hadir. Setelah pembacaan sholawat selesai biasanya diisi ceramah agama selama beberapa menit oleh ustadz Ghoni bersamaan dengan penjamuan hidangan yang telah dipersiapkan. “Acara sholawatan ini dilaksanakan supaya bukan hanya anak-anaknya saja yang mempunyai kegiatan keagamaan namun, orang tuanya juga.” Kata Ustadz Ghoni pengelola musholla Dusun Tajjan pada Kamis Malam (29/7).
            Selain untuk mempererat solidaritas antar warga, sebagai umat islam kegiatan sholawat merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw. Supaya mendapatkan syafaat dan berkah baik di dunia maupun di akhirat kelak. (aaguss)

Jumat, 27 Juli 2018

Sejarah Asal Muasal Pemberian Nama Desa Kerta Barat


Desa Kerta Barat merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Desa Kerta Barat terdiri dari 4 dusun yakni Battangan, Tajjan, Daleman, dan Gunggung. Menurut data kependudukan kabupaten Sumenep  jumlah penduduk desa Kerta Barat saat ini sekitar 1649 jiwa yang terdiri dari 744 jiwa perempuan, 725 laki-laki dan 180 anak-anak.
Menurut hikayat cerita, pada zaman dahulu raja-raja yang memerintah di Kabupaten Sumenep, Desa Kerta Barat masih berbentuk perkampungan kecil dengan penduduk yang relatif sedikit. Dalam masa itu sistem pemerintahan desa secara administratif masih belum ada karena kondisi saat itu sangat terbelakang. Dimana pemimpin desa yang dibentuk secara demokratis tidak ada karena pemimpin atau Kepala Desa masih dengan cara ditunjuk oleh raja yang memerintah saat itu. Suatu anggapan bagi Raja bahwa seluruh wilayah merupakan kekuasaan/milik kerajaan.
Alkisah pada suatu masa, desa/perkampungan tersebut terserang penyakit yang apabila pagi sakit maka pada malam harinya meninggal, demikian juga jika malam hari sakit maka esok harinya meninggal. Adapun kampung tersebut bernama Girsereng tetapi pada akhirnya kampung tersebut dinamakan Battangan yang asalnya adalah banyaknya orang yang meninggal di kampung itu tetapi masyarakat agak kesulitan dalam menguburkan mayat-mayat tersebut (dalam bahasa daerah disebut babatang yang artinya bangkai). Oleh karena kondisi yang parah seperti itu, maka banyak penduduk desa yang pindah tempat ke kampung-kampung lain seperti kampung Daleman dan Tajjan.
Karena keadaan begitu parah maka raja mengutus seorang seorang tabib yang masih kerabat Raja yang bernama Romo Kerto untuk melihat dan sekaligus mengobati penduduk di perkampungan yang sederhana tersebut dengan tujuan untuk mengobati penduduk tersebut dan beliau lalu bertempat tinggal di kampung itu pula. Karena beliau masih kerabat dari kerajaan maka tak lama kemudian daerah tersebut menjadi terkenal sehingga apabila seseorang akan pergi ke kampung tersebut orang selalu bilang akan pergi ke kampung Romo Kerto. Inilah cikal bakal dimana kampung tersebut menjadi desa dengan nama Kerta.
Konon ceritanya, beliau kemudian menjadi pemimpin desa yang tentu direstui raja yang kemudian mempersatukan kampung-kampung di sekitarnya (kampung Daleman,Tajjan serta Gunggung) hingga membentuk desa yang sekarang ini dikenal dengan kerta barat.

Kamis, 26 Juli 2018

Home Industri Krupuk Kepeng Khas Desa Kerta Barat

Industi Krupuk Kepeng


Singkong merupakan salah satu bahan pangan yang dikenal di Indonesia dan tanaman jenis umbi-umbian ini juga mudah tumbuh dengan subur dimana pun berada. Banyak masyarakat yang memanfaatkan singkong menjadi berbagai macam olahan makanan. Salah satu dari hasil olahan sigkong ini adalah Krupuk Kepeng.
             Kepeng merupakan makanan ringan dengan bahan baku singkong. Makanan ringan ini merupakan produk unggulan yang berasal dari Desa Kerta Barat, Kec.Dasuk, Kab. Sumenep. Hanya terdapat satu produsen krupuk kepeng di Kerta Barat, tak heran mengapa tingkat penjualannya bisa dikatakan cukup membludak karena tidak memiliki pesaing.
Pembuatan kerupuk kepeng ini sangatlah mudah yakni dengan menghaluskan singkong lalu dicampur dengan bumbu-bumbu racikan, setelah itu adonan dipipihkan tipis diatas loyang yang kemudian dikukus dengan cara diuapkan diatas air yang mendidih. Kemudian dijemur dibawah terik sinar matahari.
            Industri krupuk kepeng Desa Kerta Barat ini adalah salah satu Home Industri yang sudah turun temurun hingga saat ini masih diproduksi secara rutin. Selain rasanya yang gurih, harga dari krupuk kepeng relatif terjangkau.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html