Tugu Perahu Kerta Barat

Salah Saatu Ikon Desa Kerta Barat

Home Industri Krupuk Kepeng

Kerupuk Singkong Khas Desa Kerta Barat

Balai Desa Kerta Barat

Pusat Layanan Masyarakat Kerta Barat

Ketela Pohon

Salah Satu Potensi Kerta Barat

Kontes Sapi Sonok

Kegiatan Kebudayaan di Madura Menghias Sapi Betina

Minggu, 12 Agustus 2018

Video produk


Video profil desa




Sosialisasi Tentang Pembuatan Tepung Dan Biskuit Dari Singkong Oleh Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura sebagai Pengoptimalan Sumber Daya Lokal


Kerta Barat (31/7), seperti hari Selasa sebelumnya, warga Desa Kerta Barat tetap istiqomah dengan program rutinan sholawatan dan PKK yang diadakan dirumah Kepala Desa Kerta Barat. Namun, kali ini disela-sela acara mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dari Bangkalan mendapatkan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata) didesa tersebut memberikan sosialisasi kepada warga tentang pembuatan tepung dan biskuit singkong.
Di Kerta Barat, pada awalnya singkong hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan utama pembuatan kerupuk Kepeng (kerupuk dari singkong). Setelah adanya sosialisasi tersebut, diharapkan  warga desa kedepannya dapat memanfaatkan singkong menjadi berbagai olahan produk seperti halnya biskuit singkong, sehingga selain menjadi alternatif pengganti tepung terigu melalui berbagai produk tersebut dapat meningkatkan perekonomian  warga Desa Kerta Barat tersebut. (Aaguss)

Singkong Sebagai Potensi Lokal Sektor Perkebunan Di Desa Kerta Barat


Kerta Barat (2/8) merupakan desa yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor perkebunan dan pertanian dikarenakan tanah didesa tersebut cocok untuk ditanami berbagai tanaman perkebunan dan pertanian diantaranya padi, tembakau, jagung, singkong dan lain sebagainya. Dalam sektor perkebunan, masyarakat mayoritas memilih untuk menanam singkong sebagai bahan pembuatan kerupuk Kepeng.
Singkong atau Manihot Esculenta merupakan tanaman asli dari Amerika Selatan dan kini sudah menyebar diseluruh dunia salah satunya adalah Indonesia. Tanaman singkong dipabrik-pabrik kebanyakan diolah menjadi tepung tapioka, sedangkan dimasyarakat singkong sendiri diolah menjadi berbagai kue dan makanan salah seperti ongol-ongol, klepon, gorengan dan lain-lain. Kandungan gizi dalam singkong setiap 100 gramnya terdapat kalori, air, fosfor, karbohidrat, kalsium, vitamin C, protein, besi, lemak, dan vitamin B1. Jika dijadikan sebagai tepung, singkong memiliki kandungan gizi yang sama dengan tepung terigu ada umumnya. Khususnya bagi penghidap alergi gluten (protein gandum) dan Alzheimer. Dengan adanya perkebunan singkong yang ada diharapkan kepada warga Desa Kerta Barat dapat memanfaatkannya menjadi berbagai produk lokal desa tersebut yang menarik dan tahan lama di pasaran, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. (Aaguss)

Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Desa Kerta Barat


Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di seluruh penjuru Negeri. Mulai dari masyarakat yang tinggal di kota hingga masyarakat yang tinggal di Desa. Semua bersuka cita memeriahkan hari bersejarah yang telah membebaskan Bangsa Indonesia dari tangan penjajah ini.
Desa Kerta Barat, Dasuk Sumenep (06/08) merupakan salah satu desa yang turut memeriahkan penyambutan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bersama KKN 71 Universitas Trunojoyo Madura yang bekerja sama dengan aparat desa pun mengadakan rangkaian kegiatan kemeriahan penyambutan Hari Kemerdekaan RI ke-73, yakni dengan mengadakan perlombaan-perlombaan seperti pentung periuk, lomba balap karung, makan krupuk, lari kelereng, dll, yang bertemakan semangat kemerdekaan yang  pantang menyerah. Tak hanya itu, perlombaan soft skill pun juga turut memeriahkan seperti lomba baca puisi, tartil Qur’an dan lomba adzan yang dimeriahkan oleh anak-anak berbakat dan berprestasi dari Kerta Barat.
Dengan adanya rangkaian perlombaan-perlombaan menyambut Hari Kemerdekaan RI selain ditujukan untuk memeriahkan Hari jadi Negara Indonesia ke-73 juga bertujuan untuk meningkatkan jiwa Patriotisme dan Nasionalisme kepada anak-anak penerus bangsa, menumbuhkan semangat untuk berkompetisi, dan juga untuk mengasah bakat serta kemahiran anak-anak.  (Dani wiray)

Inovasi Pengolahan Kelor Sebagai Produk Unggulan Desa Kerta Barat



Kelor merupakan tanaman dengan nama lain moringa oleifera yang memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah gizi buruk, mencegah kanker, menghilangkan flek wajah, dan sebagainya. Tumbuhan kelor sendiri banyak terdapat di Indonesia termasuk di Desa Kerta Barat Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep.
Pada umumnya masyarakat mengonsumsi kelor dengan cara di masak menjadi sayur. Akan tetapi tidak semua orang menyukai sayur kelor terutama anak-anak. Hal itulah yang membuat mahasiswa KKN 71 Universitas Trunojoyo Madura 2018  ber inovasi mengadakan pelatihan dan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK Desa Kerta Barat tentang pengolahan kelor menjadi makanan yang dapat digemari anak-anak dan juga orang dewasa. Inovasi makanan yang disosialisasikan yaitu permen jelly yang dicampur dengan sari kelor. Pelatihan ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi warga Desa Kerta Barat dan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa yang bernilai jual tinggi. 

Mudahnya cara pembuatan dan melimpahnya daun kelor membuat ibu Yuherlina selaku kepala desa dan ketua ibu-ibu PKK Desa Kerta Barat ingin mengadakan latihan kembali bersama ibu-ibi PKK dan berharap produk ini nantinya dapat berkembang dan terpasarkan luas. 




Potensi Desa


1   Sektor Pertanian
Dalam sektor pertanian, Desa Kerta Barat memiliki potensi alam yang melimpah diantaranya padi, jagung, kacang tanah, tembakau, cabe dan lain-lainnya. Selain itu, sektor pertanian di Kerta Barat juga didukung dengan adanya lahan pertanian yang luas, tanah yang subur dan irigasi yang tercukupi. Sektor pertanian di Desa Kerta Barat sekaligus menjadi titik tumpu warga Desa Kerta Barat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Namun, semua komoditas pertanian tersebut hanya dapat dilakukan pada musim tertentu saja. Seperti halnya dengan tanaman padi yang hanya bisa ditanam ketika musim penghujan saja, sedangkan tanaman jagung, tembakau dan tanaman palawija hanya bisa ditanam ketika musim kemarau saja. Hal ini disebabkan karena pada saat musim penghujan sumber mata air sangat melimpah sedangkan pada saat musim kemarau sumber mata air mengering dan tanah sangat sulit meresap air. Sehingga tida heran mengapa ketika musim kemarau lahan pertanian di Desa Kerta Barat ada yang kosong, karena sedikit sekali kemungkinan tanaman yang ditanam akan tumbuh dengan subur walaupun menggunakan air irigasi.


Sektor Peternakan

Dalam sektor peternakan, masyarakat Desa Kerta Barat memiliki potensi dalam bidang peternakan yang dapat dikembangkan sebagai sumber perekonomian dan pendapatan sehari-hari. Mayoritas masyarakat Desa Kerta Barat lebih memilih untuk beternak ayam, sapi, dan kambing. Beberapa dusun yang sudah banyak menjalankan bisnis peternakan adalah Dusun Tajjan dan Daleman yaitu peternakan ayam potong dan ayam petelur. Kedua jenis peternakan tersebut menjadi favorit bagi masyarakat dikarenakan memiliki nilai lebih, baik dari pendapatan yang dihasilkan sehari-hari, mampu menguasai pasar, dan sedikit menyerapa tenaga kerja.
Namun, masyarakat yang lainnya hanya sedikit yang menjalankan bisnis tersebut, karena untuk memulai bisnis peternakan ayam petelur dan ayam potong tersebut memerlukan biaya yang cukup besar baik untuk kebutuhan pembangunan kandang, bibit hewan, pakan, obat dan lain sebagainya. Sehingga mereka lebih memilih beternak kambing dan sapi sebagai bisnis peternakan tersebut, yang mana lebih mengeluarkan sedikit biaya untuk memulainya. 

1    Sektor Industri Rumahan (Home Industry)
Masyarakat Desa Kerta Barat selain memiliki potensi dalam sektor pertanian dan peternakan, juga memiliki potensi lain yakni industri rumahan. Dalam industri rumahan masyarakat memanfaatkan singkong sebagai bahan pembuatan kerupuk kepeng. Krupuk kepeng adalah krupuk yang terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dicampur dengan bumbu-bumbu tertentu yang kemudian dimatangkan dengan cara diuapkan diatas air yang mendidih kemudian dijemur dibawah terik matahari. Kepeng dijual dengan harga Rp. 15.000 / 100 lembar.
Dengan harga yang murah tersebut menjadikan kerupuk kepeng tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, namun sebagai salah satu bentuk bisnis perlu adanya peningkatan setiap tahunnya supaya usaha tersebut bisa terus berjalan. Sehingga untuk kedepannya perlu adanya inovasi baru supaya kerupuk kepeng tersebut memiliki nilai jual yang tinggi, menarik dipasaran dan menjadi salah satu produk unggulan dari Desa Kerta Barat.



http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html